Rumus Harga Pokok Penjualan

Rumus harga pokok penjualan adalah salah satu rumus dalam ilmu ekonomi yang digunakan untuk menghitung besaran Harga Pokok Penjualan (HPP) atas suatu barang atau jasa dalam suatu perusahaan. Harga pokok penjualan sendiri merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang-barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual.

Kemampuan untuk menghitung harga pokok penjualan merupakan kemampuan yang sangat mendasar yang harus dapat dilakukan oleh seorang akuntan, terutama seorang yang menjabat pada divisi cost accounting (akuntansi biaya). Akan tetapi, di sisi lain, akuntan-akuntan pada divisi lain pun seperti auditor dan chief accountant (akuntansi keuangan) juga harus memahami rumus harga pokok penjualan dan dapat menerapkannya pada perhitungan laporan keuangan suatu perusahaan.

Rumus Harga Pokok PenjualanHarga pokok penjualan memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah sebagai patokan untuk menentukan harga jual atas suatu barang atau jasa, dan juga untuk mengetahui laba yang diinginkan oleh perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dibanding harga pokok penjualan maka hal tersebut berarti akan diperoleh laba, namun jika sebaliknya maka akan diperoleh rugi. Oleh sebab itu, memahami rumus harga pokok penjualan sangat penting untuk menentukan patokan harga supaya hasil penjualan barang-barang atau jasa tidak menyebabkan kerugian pada suatu perusahaan.

Rumus Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih – persediaan akhir

atau

Harga Pokok Penjualan = barang yang tersedia untuk dijual – persediaan akhir

Dari dua rumus harga pokok penjualan di atas anda perlu memahami bahwa “pembelian bersih” adalah saldo yang diperoleh dari hasil penjumlahan antara biaya pembelian dan biaya angkut pembelian, lalu dikurangi dengan biaya retur pembelian dan potongan pembelian. Sedangkan untuk “barang yang tersedia untuk dijual” merupakan jumlah saldo antara persediaan awal barang dagangan dan pembelian bersih.

Contoh Penerapan Rumus Harga Pokok Penjualan

Soal:

Jika diketahui sebuah Unit Dagang (UD) yang bergerak dalam penjualan beras eceran memiliki saldo awal persediaan sebesar Rp 5.000.000, dan pembelian beras sepanjang tahun 2014 adalah Rp 85.000.000, serta pada akhir periode memiliki saldo akhir persediaan Rp 3.000.000, maka hitunglah harga pokok penjualan sepanjang tahun 2014!

Jawab:

Harga Pokok Penjualan = 5.000.000 + 85.000.000 – 3.000.000

Harga Pokok Penjualan = 87.000.000

Sehingga, dengan menerapkan rumus harga pokok penjualan seperti di atas maka dapat diketahui bahwa harga pokok penjualan beras pada UD tersebut sepanjang tahun 2014 adalah Rp. 87.000.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *